Senin, 05 September 2011

Baluran, African Van Java

Ujung Pulau Jawa bagian Timur, tepatnya di Baluran, Kabupaten Situbondo ternyata menyimpan kekayaan alam khas berupa hutan savana. Di kawasan konservasi yang dikelola Balai Taman Nasional Baluran ini, pengunjung dapat merasakan suasana Afrika. Satwa liar seperti banteng (Bos javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), rusa (Cervus timorensis), kijang (Mutiacus muntjak) cukup mudah ditemui pengunjung. Burung cantik merak hijau (Pavo muticus) dapat ditemui bebas berkeliaran di Baluran.
Terletak di jalan trans Banyuwangi-Surabaya, tepatnya di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Taman Nasional (TN) Baluran dapat ditempuh 30 menit (27 Km) dari Ketapang, Banyuwangi; dan 6 jam (265 Km) dari Surabaya. Untuk memasuki kawasan savana Bekol, pengunjung dapat menempuh menggunakan sepeda motor maoun mobil dengan jarak 12 Km dari pintu masuk Batangan. Selama perjalanan menuju Bekol, pengunjung dapat menikmati keindahan Evergreen Forest, yang hijau sepanjang tahun. 


Alhamdulillah  keluar di Rubrik Pariwisata koran 'Kedaulatan Rakyat', Ahad 28 Agustus 2011

Bahkan pengunjung juga dapat menemui satwa liar seperti rusa, kijang, ayam hutan berjalan menyeberang jalur Batangan-Bekol maupun di pinggir jalan.  Bekol memiliki daya tarik berupa hamparan savana yang luas. Bekol inilah yang dijuluki Africa van Java. Lokasi ini ideal untuk menikmati atraksi satwa seperti rusa, banteng, kerbau liar, kijang, ajag, lutung, monyet ekor panjang dan aneka jenis burung. Keanekaragaman jenis burung di savana Bekol cukup tinggi, diantaranya adalah merbah cerukcuk, kutilang, tekukur, srigunting, cabe jawa, ayam hutan hijau dan merah, merak hijau, kapinis, cekakak, cipoh, pergam, bondol, layang-layang dan lain-lain.
Sarana dan prasarana yang ada di sekitar objek wisata ini tergolong baik, diantaranya menara pengintai, pesanggrahan, mushola, wc, wisma tamu, wisma peneliti serta kantin. Kekhasan dari Bekol yakni adanya menara pengintai untuk menikmati keindahan lanskap penyusun TN Baluran yang dimulai dari pantai, hutan mangrove, hutan pantai, savana, evergreen forest, hutan musim sampai panorama Gunung Baluran. Selain itu dari menara pengintai juga dapat menikmati sunrise di Pantai Bama dan sunset di Gunung Baluran.

Puas menikmati Bekol, pengunjung dapat melanjutkan ke pantai Bama, yang hanya berjarak 3 Km. Pantai Bama menawarkan alternatif pilihan, disini matahari terbit (sunrise-nya) pulau Jawa dapat disaksikan keindahannya. Keindahan Pantai Bama dan sekitarnya yang relatif masih bersih dari limbah; serta terumbu karang dan ikan hias menjadi daya tarik bagi pengunjung yang suka berenang, snorkeling, dan menyelam. Pantai Bama dikelilingi oleh hutan mangrove yang memiliki jenis flora seperti Rhizophora muncronata, Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba.
Satwa liar yang dapat ditemukan diantaranya adalah monyet ekor panjang, lutung, bajing, kalong, biawak, rusa, kucing hutan, jelarang, tupai; dan berbagai jenis burung yaitu cekakak sungai, tekukur, pergam, cipoh, julang emas, kangkareng, elang ular, kuntul kerbau, wiwik, cinenen jawa, perenjak, merbah cerukcuk dan trinil karang. Sepanjang perjalanan menuju Bama terlihat flora dan fauna di kanan dan kiri jalan baik di savana maupun hutan pantai. Sarana dan prasarana yang ada di sekitar objek wisata ini tergolong baik, diantaranya pesanggrahan, mushola, wc, kantin, serta sarana outbond.
Obyek wisata lain di Baluran yakni Gunung Baluran, Pantai Balanan, Pantai Bilik, Pantai Sijile, Candi Bang, dan Teluk Air Tawar. Tidak setiap hari kawasan ini ramai dikunjungi, hanya pada hari Minggu atau liburan banyak pengunjung. Untuk masuk kawasan, setiap pengunjung dipungut Rp 2500,-; sepeda motor Rp 3 ribu; dan mobil Rp 6 ribu. “Baluran merupakan lokasi favorit bagi birdwacher (pengamat burung),’’ ujar seorang peserta 2nd Annual Baluran-PLN Birding Competition, pertengahan Juli 2011 lalu.