Jumat, 22 April 2011

GHAZWUL FIKR (Perang Pemikiran)


“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”
(Q.S. Lukman: 6)

Pengertian ghazwul fikr dapat dilihat dari segi bahasa dan segi istilah. Ghazwul secara bahasa artinya serangan, serbuan, invasi, sedangkan fikr adalah pemikiran. Sedangkan secara istilah ghazwul fikr artinya penyerangan dengan berbagai cara terhadp pemikiran umat Islam guna merubah apa yang ada di dalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal-hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal-hal yang tidak islami.

Mengapa kita harus memahami ghazwul fikr? karena ghazwul fikr itu sangat penting bagi kita kita, yaitu :

1. Mengenal musuh Islam.
2. Mengenal sarana-sarana yang dapat memukul Islam
3. Mengenal keadaan alam Islam
4. Menghindari keraguan dalam Islam.
5. Menjadikan dakwah kepada Allah dengan melihat ayat-ayat-Nya.

Adapun sasaran dari ghazwul fikr itu sendiri antara lain :

1. Menjauhkan umat Islam dari diennya.
2. Berusaha memasukkan orang yang kosong keislamannya kedalam agama kafir.
3. Memadamkan cahaya Allah.

Sedangkan metoda-metoda ghazwul fikr antara lain :

1. Membatasi supaya Islam tidak tersebar luas.
a.   Tasykik (Pendangkalan/peragu-raguan), yaitu gerakan yang berupaya menciptakan keragu-raguan dan pendangkalan kaum muslimin terhadap agamanya.
b.  Pencemaran/pelecehan, yaitu upaya orang kafir untuk menghilangkan kebanggan kaum muslimin terhadap Islam dan menggambarkan Islam secara buruk.
c.  Tadhlil (penyesatan), yaitu upaya orang kafir untuk menyesatkan umat Islam dengan cara halus sampai kasar.
d.   Taghrib (westernisasi), yaitu gerakan yang sasarannya untuk mengeliminasi Islam, mendorong kaum muslimin untuk menerima seluruh pemikiran dan perilaku barat.

2. Menyerang Islam dari dalam
a.    Penyebaran sekularisme, yaitu usaha memecahkan antara agama dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
b.    Penyebaran nasionalisme, pluralisme, dll yang dapat membunuh ruh ukhuwah islamiyah.
c.    Pengrusakan akhlak umat Islam terutama generasi mudanya.
Ghazwul fikr dapat menyebar melalui berbagai sarana, yang dikenal dengan 3F dan 5S, dimana 3F itu terdiri dari Food (makanan), Fun (Hiburan), Fashion (Cara berpakaian). Sedangkan 5S terdiri dari Song (lagu), Sex, Sport (olahraga), Shopping (berbelanja/konsumerisme), dan Science (ilmu pengetahuan).
Adian Husaini menyebutkan Zionisme menyebar melalui 3 bidang, yaitu: 1. Ekonomi; 2. Militer; 3. Lifestyle.

Ghazwul fikr dapat menyebabkan berbagai hal antara lain :
  1. Umat Islam menyimpang dari Al Qur’an dan As Sunnah.
  2. umat Islam menjadi minder dan rendah diri
  3. umat Islam menjadi ikut-ikutan terhadap budaya orang kafir
  4. umat Islam menjadi tepecah belah.
Strategi Belanda dalam menghadapi Islam di Indonesia (Dr. Snouck Hungronje):

1.    1. Ummat Islam jangan diberi kesempatan berpolitik dengan landasan agamanya.
     Berapa banyak partai Islam di Indonesia? Bagaimana kondisinya?

2.    2. Mendatangkan sekolah nasrani sebagai misi zending agar anak dididik terpisah dari agamanya.
     Yang diserang generasi mudanya. Saat ini sudah mulai menyerang balita melalui baby sitter. Tujuan utama   
     adalah: iman mengambang (minimal) dan murtad (maksimal).

3.    3. Ummat Islam dipecah-pecah menjadi beberapa golongan.
    Menjadi Islam Abangan dan Putihan (kasus Sarekat Islam). Putihan dipecah lagi menjadi modern & 
    tradisional; dlsb.

4.    4.  Memecah belah pemuka adat dan ulama.
      Adu domba, spt kasus perang paderi, P. Diponegoro, dlsb.

5.    5. Politik ‘gula-gula’
    Ummat Islam jangan diperangi tetapi didekati melalui pemberian fasilitas ibadah ritual, tidak boleh 
     berpolitik; seperti: dibangunkan masjid2; pemberangkatan haji; adanya pemberian gelar haji; dlsb.

Kunci agar Islam bersatu:
1.   1. Islam mempunyai pedoman hidup yang sama; yaitu Al-Qur’an. Pelajari dan amalkan!
2.   2. Menyambung silaturrahmi, merajut tali ukhuwah Islamiyah.
3.   3. Menyadari bahwa kebenaran sejati hanya dari Allah, yaitu dengan:
§  Jangan menggunakan pendekatan konflik dalam memecahkan masalah, tetapi dengan musyawarah bil ma’ruf (Q.S. Ali-Imran: 102)
§  Menumbuhkan kerja yang bersifat Islamiyah (Q.S. Al-Maidah: 2)

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. At-Taubah: 115)

@patangpuluhan 22-4-2011, saat mencari bahan kajian taklim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar